Selasa, 05 Februari 2013

Perasaan Dan pikiran

Hanya orang yang waras perasaan bisa berfungsi dengan baik. Atau orang gila juga punya perasaan yaa ...?
Seperti yang terkadang aku alami sendiri. Manakala antara hasrat dan kenyataan bertolak belakang yang terjadi sebuah perasaan yang berkecamuk. Aku berdoa moga aku di beri petunjuk dari yang maha perkasa Amin,

Baik mana orang yang dipengaruhi sama perasaan dengan orang yang dipengaruhi dengan pikiran ??
Kalau menurut aku orang dilengkapi dengan perasaan dan pikiran. Orang yang dipengarui perasaan sangat susah utntuk membedakan mana yang benar dan aman yang salah. Sebagai contoh saat seorang ibu sayang pada anaknya dia akan membela mati-matian apapun yang terjadi walaupun nyawa sebagai taruhannya, mennghadapi musuh sekuat apapun. Gila ndak ya ini ...
Sedangkan orang dengan tipe orang yang sangat dipengaruhi dengan pikirannya, Ia akan berpikir dulu untuk mengambil keputusan.dan kadang terlihat kejam sebab tidak peduli itu teman asal ada yang tak sesuai menurut pandanganya harus diambil tindakan.
Masing punya sisi positif dan negatifnya sendiri sendiri. yang penting kita tidak menjastifikasi tipe a lebih baik sementara tipe b kurang.karena pada prinsipnya keseimbanganlah yang terbaik.


Karier yang pas untuk kedua tipe tersebut ?
Orang yang melankolis / terbawa perasaan pasnya sebagai perawat, penulis, seniman, guru, sukarelawan.
sedangkan rang dengan tipe logis menurut hemat aku memilih bidang  yang bersifat teknis, hakim, sekuriti, pilot. Tau pilih yang dapat enjoy. Asal tidak merugikan orang lain.

Jumat, 01 Februari 2013

PENGALAM BETERNAK

Mungkin tak semua orang di beri kesempatan untuk mengebal ayam lebih dekat. Kegiatan memelihara piaraan emang bermacam-macam. Dari yang umum dipelihara samapi dengan yang tak lazim seperti harimau, bahkan mungkin jika ada dinao saurus, manusia akan memeliharannya. Dalam hal memelihara ada filosofi yang terkandung. Diantaranya sebuah tanggung jawab, kedisiplinan, mengharagai waktu dan menumbuhkan rasa empati.

Emang sih tak banyak jumlah yang aku pelihara kurang lebih 20-an, terdiri dari mentok, dan ayam. Suka duka pasti selalu mewarnai setiap perjalanan hidup. Termasuk beternaka. Senangny saat melihat ayam tumbuh sesuai yang diharapkan. dukanya jika kehabisan ransum utnuk diberikan pada unggas. 

Bulan lalu lele dalam terpal pernah aku usahakan. Besar harapanku terhadap lele dapat sebagai tambahan uang untuk memenuhi kebutuhan kami. Setelah proses eksperimen yang pertama, ternyata antara besaran lele tak seperti jika pemeliharannya di kolam tanah. "High cost " kata orang bule. Pergantian air, banyaknya bibit yang mati. Untuk sementara aku belum bisa memelihara lele sekali lagi. Sebab kayu sudah lapuk.Dan waktu untuk membenahi belum ada atau aku yang malasa untuk mengerjakan.

Tetunya masih banyak yang bisa  untuk diceritakan namun karena sebuah keterbatasan tulisannya nyambung lain waktu. Harapanku dengan aku menulis aku bisa mendapatkan amal jariyah dari pembaca yang membaca tulisan ini. Amin.

Kamis, 01 Desember 2011

urbanisasi


STOP URBANISASI

Tinggal di kota yang banyak kaum urbannya, seperti di semarang mungkin harapan bagi orang desa disekitarnya untuk meningkatkan kesejahteraan. Seperti sebuah lampu yang bersinar terang di malam hari hingga menarik laron-laron untuk berkumpul. Apakah ini bertanda bartanda kota menawarkan hal yang  lebih dari desa  ? Pernah suatu saat aku berlebaran ke salah satu kota kabupaten di jawa tengah, pemandangannya sangat berkebalikan dengan yang ada kala hari biasa. Ramai, meriah dan penuh dengan kendaraan yang berplat dari ibu kota propinsi saat idul fitri. Lain lagi akan terasa senyap manakala hari biasa, yang terlihat adalah penghuni dengan usia yang dibilang tidak muda lagi. Ada apa dibalik peristiwa ini ? Lalu aku mencoba untuk coba-coba menganalisa dan menarik suatu kesimpulan yang bersifat dugaan. “ Barangkali ini karena lapangan kerja di pedesaan yang terbatas, kemudian generasi mudanya mencoba mengadu nasib di perkotaan.”
Setelah dilihat di sekitar kampungku saja yang berdiri pabrik garment SC, ternyata para pekerjannya adalah dari kaum migran dengan seribu satu alasan masing-masing. Untuk pindah ke ngablak. Salah satunya untuk memperbaiki nasib tadi. Dalam benakku timbul bayangan yang mana apabila ini tidak diantisipasi maka kota  akan semakin sesak dan desa akan sunyi. Dan sumber pangan akan terjadi kelemahan sebab petani dari generasi muda akan langka. Ketahanan pangan akan terancam ….? Setelah ini terjadi, insya allah generasi muda akan sadar dan akan kembali kebasis pangan yang telah ditinggalkan. Program dari pak Bibit Waluyo tentang ‘mbali desa mbangun desa “, kurang lebih aku sependapat. Kekuatan pangaman pangan perlu dipertahankan, namun jangan  sampai mengorbankan petani yang telah bercucuran keringat,. Dengan menghargai pangan sangat rendah yang ujung-ujungnya petani kurang makmur.
Guna pemerataan ini salah satu hal yang bisa di pertimbangkan adanya  sarana dan prasaran transportasi sehingga hasil yang telah dicapai oleh petani  dapat dengan mudah sampai ketanggan konsumen, hingga resiko kerusakan hasil pertanian bisa diminilalisasi.  Perlu perjuangan dan kerja keras untuk mewujudkan itu semua. Dan bukan saatnya ada dikotomi antara kota dan pedesaan semua harus ada pembangunan yang berimbang. Sehingga tak ada kecemburuan.

Jumat, 25 November 2011

LINGKUNGAN HIDUP


BERSIKAP BIJAK PADA LINGKUNGAN

Semarang yang diliputi dengan panorama yang  menarik, mempunyai dua topologi alam yang unik, perbukitan dan dataran yang berdekatan dengan laut jawa. Tentulah tak akan menjemukan dan membosankan. Sebagai warga yang tinggal dan hidup di kota semarang, sebuah poblematika dari segi tata ruang, dan lingkungan sedikit banyak aku ketahui dan rasakan dampaknya.
. Seperti banjir yang sering melanda bagian bawah dari kota semarang hampir akan terjadi tiap tahun. Bahkan tak jarang melumpuhkan nadi perekonomian secara umum. Sebab transportasi terganggu akibat banjir. Bukan salah dari air tentunya jika ia sampai mengenangi jalan. Semua pasti setuju jika ini adalah suatu ketidak nyamanan. Lantas apa yang dilakukan oleh kita ?
Yang saya amati masyarakat berlomba-lomba untuk meninggikan tempatnya masing-masing. Lalu saya berfikir alangkah kasihannya masyarakat yang tidak memiliki dana untuk membeli tanah urung untuk ikut meninggikan tempat tinggalnya. Hal ini kalau adalah tindakan yang belum menyelesaikan masalah secara bijaksana.
Coba kita tengkok lingkungan yang diperlakukan kurang bijaksana. Sungai yang merupakan lalu lintas air untuk sampai ke laut dibiarkan merana. Ini terbukti dengan sedimetasi yuang terus terjadi, pembuangan sampah yang tidak dikelola dengan baik, yang selanjutnya akan memperberat kerja dari sungai sebab dipenuhi dengan sampah. Dan sungai tidak berfungsi sebagai fitrahnya.
Untuk yang belum bias menormalisasi saluran air langkah yang paling mudah dilakukan yakni stop  jangan memperparah keadaan. Biar mereka melakukan asal saya tidak. Ini langkah yang paling kecil yang dapat dilakukan tiap individu. Dengan begitu  aliran akan lancer, penyakit yang mungkin timbul aka terantisipasi karena kita ‘ smart’ dalam menjaga lingkungan.
Sudah saatnya kita bertindak. Kelola sampah dengan baik, penghijauan yang akan membantu penangulangan banjir, tanaman sebagai pabrik oksigen. Tugas ini memang berat sebab melibatkan berbagai pihak, agar sadar perlunya bersikap bijak pada lingkungan. Tapi yakinlah dengan penanaman kesadaran dari dari pribadi kita kemudian keluarga, ini akan menguatkan untuk melakukan yang baik demi lingkungan yang nyaman dan sehat.

Jumat, 18 November 2011

sepanjang jalan bangetayu kulon - muktiharjo


SELAYANG PANDANG JALAN MUKTIHARJO – BANGETAYU KULON .
DI ERA 2011

Menapaki jejak jalan di sepanjang jalan kereta api yang melintas antara palang bangetayu kulon sampai dengan karang kimpul. Seolah menguak cerita lama yang membayang di antara reruntuhan waktu. Kala waktu terus bergulir dan cerita orang berganti dengan yang baru yang menawarkan hal yang lebih mudah , lebih cepat , lebih enak , lebih …. Lebih dan lebih. Kalau bisa bercerita jalan itu akan bercerita banyak tentang romantika dari banyak orang yang telah menapakinnya.
Bersepeda tiap berangkat ke sekolah merupakan hal yang aku kerjakan tiap berangkat ke bangku SMA. Berkendara motor ? mobil ? tidak. Bersepeda jenki. Walau ada perasaan minder yang menyelimuti.Sebab sepeda ini dalam benakku khusus untuk cewek. Angapan yang aku ciptakan sendiri. Hingga tersiksa lah aku sebab pencitraan ku .Suasana sejuk kukayuh sepeda melintasi jalan yang beraspal hitam. Bahkan setelah malamnya turun hujan pakaiaku dan sepatu ternoda oleh lumpur. Syuukur alhamdulillah aku masih punya  pakain walau hanya beberapa pasang. Dan jika sore basah dan pagi harus di pakai terpaksa disetelika. Dan akan menimbulkan aroma yang kurang sedap.
Terus terang aku saaat di SMA memilih jurusan yang kurang tepat karena pengaruh dari lingkungan yang mengunggulkan jurusan tertentu dan meremehkan yang lain. Jurusan A1 (Fisika) dalam bayangan ku yang ada adalah jurusan yang elite. Walau hati sebetulnya kurang sreg. Jadi hari-demi hari seolah aku lalui dengan beban sekali lagi beban. Hingga dalam tidurkupun kadang aku dibanyangi saat  aku sekolah.. “Luluskah aku ? “ lulus cuman dengan nilai yang pas-pasan. Tapi aku harus meyakini ada nilai positif  yang aku dapat. Agar tidak sombong dengan prestasi.
Eh … hampir lupa tentang jurusan palang bangetayu kulon sampai dengan palang karang  kimpul. Sekarang hampir 90 % dipenuhi dengan pengendara sepeda motor. Entah menggapa ada keprihatinan yang menelusup di benakku. Jika aku mengarahkan jari keluar, aku akan menuduh dari transportasi masal yang gagal. Tak bijaksana jika sering menuduh keluar. Akan lebih baik lagi jika aku bertanya kepada diri sendiri apa yang bias  aku lakukan. Ini akan leboih efektif dalam menyelesaikan masalah ketimbang menuntut dari luar.  Salam …..

Sabtu, 14 Mei 2011

Catatan Cinta


“C I N T A”

Setiap orang pasti pernah merasakan apa yang dinamakan cinta. Cinta dengan segenap pengejawantahannya. Hingga terkadang cinta itu menyiksa yang dicintainnya. Seorang ibu, saking cintanya dengan sang anak akan berbuat apa saja demi buah hatinya. Dan tak terasa beliau telah menyakiti buah hatinya. Beginilah dunia dengan kenisbiannya. Baik buruk kadang teramat tipis sekatnya. Tergantung bagaimana kita memandang dan dengan cara apa memandang. Dengan sudut pandang yang berbeda pertikaian, permusuhan yang lahir didunia. Benar-benar dunia ibaratnya adalah ujian yang harus dihadapi. Apabila inggin lulus maka sunatullahnya harus tak segan-segan belajar. Kembali ke cinta si ibu apabila ia mau untuk melihat kedalam dan keluar dirinya hasinya akan lebih joss. Cinta dan kasih sayangnya tak akan mubadzir.
Cinta sudah selayaknyalah ditempakan sesuai dengan porsinya. Tak lebih dan tak kurang. Sehingga akan terasa nikmat. Sesuatu yang pas amatlah enak. Masakan yang kelebihan bumbu akan terasa nek. Demikian sebaliknya akan hambar. Kebutuhan akan air jika kurang bias berabe makhluk hidup akan mati kekeringan. Demikian juga jika terjadi banjir, kemungkinan akan mati juga. Intinya harus pas sesuai takaran. Kata kunci yang perlu diterapkan disegenap sudut kehidupan kita.
Pernah suatu ketika ada iklan rokok di televisi Indonesia yang mana, seorang wanita merasa tak nyaman sebab di setiap kondisi sang kekasih selalu menelepon untuk menanyakan keberadaanya. Dalam hati pasti kita dapat menyimpulkan bagaimana perasaan punya kekasih demikian. Yang seolah-olah tidak memberi kepercayaan pada kita. Pada hal kita punya kebutuhan yang bersifat privasi atau pribadi dan sosial. Apabila kebutuhan ini tidak tersalurkan maka orang akan  menjadi ‘tidak utuh lagi’.
Bagi yang sedang dilanda asmara, yang biasanya apinya masih berkobar-kobar, hati-hati dengan jebakan yang demikian. Karena ingin nunjuki cinta kita pada pasangan kita, Malah si dia kabur karena tak nyaman dengan kita. Cinta boleh sih boleh tapi ada aturan mainnya. Tul ndak ?
Ngomong masalah cinta memang tak kan ada habisnya. Dan yang terbayang adalah keindahan. Segenap rasa sakit dapat lebur dan sirna karenanya. Memang hebat cinta itu. Dalam otak akan terbentuk zat semacam morfin yang mengatasi rasa sakit. Ada pasangan yang sedang jatuh cinta kemudian bercanda, saling mencubit satu sama lain. Ketika di Tanya kamu tu cubit-cubitan apa tidak merasa sakit ? Dapat ditebak jawabannya TIDAK. Ajaib bukan. Dan bagi yang tak bisa berpuisi di kala cinta itu menghapirinya berubahlah ia menjadi sebuah pujangga yang padai merangkai kata-kata indah tak kalah dengan sastrawan periode pujangga baru. Ada satu lagi dari segi penampilan, yang biasanya kumuh, ledek bin kummel. Sejak panah asmara menancap dijatungnya. Berubah ia harum semerbak, necis. Perubahan bisa 180 derajat, tidak pakai celcius.
Perhatian bagi yang sedang cinta-cintaan yang belum punya SIM alias belum menikah jangan sampai menyepi karena ini sangat berbahaya sebab ditemenin dengan setan musuh yang nyata bagi kita umat manusia. “CINTA ITU SUCI PELAKUKANLAH IA DENGAN SUCI “

Kamis, 12 Mei 2011

CATATAN KEHIDUPAN


KALA SI KECIL MRIANG

Hari-hari silih berganti suka dan duka adalah sebuah episode yang harus di jalani, selama kita masih hidup. Apabila kita dikarunia seorang bayi atau anak kecil yang masih lucu pasti kita merasa bahwa hidup serasa hampa tanpa tawa dan tangis meraka. Tentu dalam porsi yang seimbang.
Persis seperti yang aku alami kemarin anak dengan panas yang tingi. Cemas dan bingung tentunya. Menjelang isyak dengan panas yang cukup tinggi dengan disertai dengan mutah aku dan keluarga menjadi tegang. Kondisi yang harus diambil langkah yang cepat. Dalam kondisi dengan demikian otak reptile kami yang muncul. Aku menjadi emosional rentang dengan segenap persoalan dan lebih sensitive.
Segera kami putuskan untuk mencari dokter yang biasa menolong rijal, begitulah anak kami biasa dipanggil. “Malam minggu dokter mana yang dapat kami hubungi ? “. Karena pilihan dokter bagi kami penting. Biasanya dokter yang mudah diajak sering, akan kami jatuhkan untuk memilihnya. Sementara dokter yang biasa kami hubungi sudah pasti tidak praktek.
Syukur alhamdulilah pilihan untuk ke dokter A dapat dikabulkan oleh Allah. Segera dokter memeriksa anak kami. Dan beliau mendiagnosa bahwa Rijal ada gejala tipus atau demam berdarah. Kami disarankan untuk mondok kalau ada askes.istri bilang bahwa kami ndak punya askes. “Ya uadah obat jalan dulu.” Kata pak dokter.
Semalaman tidur kami tidak bias nyenyak dan sering terjaga. Terlebih istriku yang sering bangun untuk memeriksa kondisi dari rijal. Dalam batinku. Begitu besar peran ibu dalam merawat anaknya. Hingga rela untuk ndak tidur dengan nyenyak demi buah hatinya.
Sementara aku dengan “enakknya “ bias tertidur disamping anakku. Berangsur-angsur anak kami agak membaik dan hingga tadi sore masih tersisa batuk dan pilek mogga saja kondisinya tambah baik jiwa dan raganya. Amin ya robbal alamin.
  
                                                                 Semarang, 12-5-2011