Minggu, 03 November 2019

Membeli celana

Senin siang disaat kebanyak pada bekerja,  aku sempatkan untuk searcing celana. Ya saat ini aku memang memerlukan celana panjang, sekedar untuk ganti.

Tidak sulit mendapatkan celana di wilayah kami, cukup sepuluh menit, akan di dapati toko baju. Tlogosari sebuah kawasan bisnis terutama di kawasan timur laut kota semarang ini sudah menjadi icon ekonomi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Hampir semua kebutuhan tersedia di sini. Namunnmenurut pandanganku hand phone lah yang cukup menonjol.

Toko dengan warna dominan putih itu dari kejauhan sudah mulai tampak. Tak banyak pengunjungnya kurang lebih dua tiga orang.  kelihatan keasyikan mereka memilih pakaian yang di inginkan. begitupun aku. Ku geser satu persatu celana yang di pajang. Singkat cerita warna hitam celana panjang dengan ukuran 38 lah yang aku ambil. Harganya cukup murah 68.000.

Termyata belanja dalam keadaan tenang seperti ini lebih enak, gerah nyaman dan tak perlu antri. 

Laptop

Laptop. Sebuah benda yang selalu menggangu pikiranku ketika ada beberapa lembar uang bersamaku. Mungkin buat kamu barang ini sudah bisa kau miliki. Memiliki idealisme bersama laptop dengan dibungkus sejumlah mimipi, akan ini akan itu. Apakah ia adalah sebuah kebutuhan atau keingginan. Hampir sulit membedakan sepintas lalu.

Laptop adalah alat pencapai tujuan. Yang harus aku tanyakan pada diri, tujuanku itu apa drngan memilikinya? Sebagai sarana mengetik, membuat program play store, membelikan anak sebagai kelengkapan sekolahnya. Jikalau cuman untuk jurnalistik bukankah hp bisa dimaksimalkan. Jika alasam pemrograman apakah aku suka dengannya atau aku cuman ikut-ikutan.

Semua argumen sering kali bertarung, adakalanya dorongan itu bisa aku kalahkan. Tak jarang suara itu terdengar kuat.

Game online

Sepekan ini ada berita yang cukup memprihatinkan, tentang generasi milenia yang terserang ganguan kejiwaan akibat terlalu ya benar terlalu maniak dengan gadged wabil khusus Game online. "Adakah yang salah dengan game online, seperti free fire, coc, cod, pubg ?"
Kalau melihat dari jejak yang telah memakan korban generasi muda, yang pikirannya sudah tidak normal seperti kebanyakan masyarakat lainnya, tentu harus ada koreksi.

Dengan serentetan kejadian seperti di atas, setidaknya ada pelajaran yang bisa dipetik. Daripada kita cuma bisa menghujat, memaki. Segera action memfilter diri sendiri, keluarga dan lingkungan terdekat, untuk mengenal efek samping dari barang yang satu ini. Kata dokter obat harus dikonsumsi sesuai dengan dosisnya. Jika berlebihan akan berbahaya. Demikian pun smartphone.

Kebijaksanaanlah yang pada akhirnya harus diambil. Untuk sampai pada tahap bijaksana perlu proses. Bisa panjang bisa cepat tergantung jalan mana yang akan kita lalui. Hal yang mungkin mudah ditempuh adalah belajar dari pengalaman orang lain. Bisa membaca, mendengar, atau mengamati secara langsung.

Yang jadi problemnya adalah mengajak anak, keluarga ikut bijaksana. Terutama berkaitan dengan penggunaan gadget. Tidak mungkin dong setiap detik setiap waktu kita bisa mendapingi anak kita. Penanaman nilai kebajikan lewat prilaku serta suri tauladan serta nasehat yang bisa diterima amatlah penting.

Dunia terus berputar tidak bisa era kita dibandingkan dengan era anak kita. Tapi yang jelas nilai-nilai kebajikan harus tertanam kuat, sebagai filter dalam menghadapi tantangan jaman.















Sabtu, 02 November 2019

Akhirnya

Hujan 2019

Gerah yang kemarin terusir sudah. Hujan lebat di sabtu ini benar-benar telah mengobati apa yang selama ini dirindukan oleh makhluk yang ingin merasakan kesejukan.

Langit yang dari tadi tampak menghitam terjawab sudah. Gerah "Terima kasih Tuhan. " Datangnya bajir mengancam hampir tiap tahun. Namun akankah, setelah pembangunan sana dan sini dari pemkot kota semarang. Masih menyisakan banjir ? Sebuah pertanyaan besar. Jawabannya sepertinya di bulan ini.

Setiap episode ada yang suka sama yang ngak suka. Suka tidak suka sebuah relatifitas. Maksudnya jika jatuh pada yang enak tentu it's oke. Ambil contoh tukang goreng dengan datangnya hujan lebih suka karena alamat Gorengan akan laris manis. Terbalik dengan tukang es.


Kamis, 27 Juli 2017

Mendung

Mendung 
Akhir juli 2017.
Setelah kemarin ada anomali cuaca. Aku katakan anomali cuaca, karena cuaca yang seharusnya panas di luar, namun di dalam tubuh. Sempat aku merasa badan tak nyaman. Mungkin kalau cuaca seperti itu terus tidak mustahil keseimbangantubuh akan drop.

Pada waktu ini tepat 27 Juli 2017, Yang Maha Kuasa bermurah hati memberi rahmatnya. Adem namun tidak dingin.  

Rabu, 26 Juli 2017

                                     Reuni Lewat Wa
Setelah hampir 24 tahun tersibukan dengan cita-cita. Akhirnya moment untuk menyambung tali silaturahmi datang pula. Perasaan bahagia berkumpul menjadi satu di dalam sanubari. Dulu kita yang masih sama-sama duduk dibangku SMP kini telah memenuhi pangilan takdirnya masing-masing.

Euforia pertemuan ini pun terbaca jelas dari grup sosmed yang ramai oleh teman-teman yang terbelit rindu. Tak terkecuali aku. Dari sini ada pelajaran berharga yang bisa aku ambil. Belajar dari kesuksesan orang lain. Betapa aku harus mendalami apa yang aku suka,bukan mendalami yang sebaliknya.

Terimakasih Tuhanku, telah kau beri aku semangat kembali untuk lebih berguna. Dalam kekurangan maupun kelebihan ada hal yang bisa kita petik.

Menyadari siapa saya akan jauh lebih baik. Dengan begitu akan bisa mengembangkan bakat yang dimiliki.

Tak terasa sudah jam tidur. Lain kali bisa di sambung lagi. Tapi yang jelas bagiku saat menulis  beban agak ringan.
 

Semarang, 22:29

Senin, 15 Februari 2016

BUDIDAYA KAMBING DAN DOMBA

BUDIDAYA DOMBA DAN KAMBING ETAWA

Penampakan domba yang aku pelihara usia kurang lebih 1 tahun

Dulu memelihara kambing tak ada dalam pikiran. Ternyata ada keasyikan tersendiri, saat menekuni hobi ini. Banyak kendala dalam memulai ternak yang satu ini. Ada rasa gengsi, jijik, dan seribu mental blok yang harus di hancurkan.
Mula-mula aku memelihara burung berkicau, karena ikut-ikutan teman. Penasaran sebenarnya apanya sih enaknya kok sampai teman-teman sampai suka sama burung. Seminggu memelihara ternyata bukan senang malah pusing, apalagi saat melihat sangkar yang berjeruji-jeruji, tersiksa rasanya. Ini sepertinya bukan passionku. Pernah juga ayam kampung aku pelihara. Dari usaha yang satu ini banyak sekali modal yang aku tanam. Dari beli jaring untuk pagar, pakan katul yang pembelianya sampai sekarung besar, mesin penetas dan ayam anakan. Bersama dengan itu bebek petelur tak ketinggalan aku pelihara. Ternyata hasilnya kurang maksimal. Atau boleh dibilang rugi. Karena ungas memiliki daya tahanya kurang baik. Apalagi saat memasuki kemarau. Jangan ditanya akan ada banyak terjadi kematiannya.

Sempat vakum dari memelihara hewan, kurang lebih beberapa bulan. Tergugah kembali saat tetangga ada yang memelihara domba dengan sistem fermentasi. “Dengan tambahan SOC (Suplemen Organik Cair), kotoran tidak bau”, kata pak Widodo. “Ah masak iya to pak”, tanyaku penasaran. Selang beberapa hari aku survey ke kandang milik pak Widodo ternyata benar apa yang dikatakan tempo hari. Aku jadi tertarik dengan kambing. Setelah itu aku banyak membaca artikel dan buku mengenai perkambingan ini. Mulai dari prospek, analisa usaha serta cara budidaya.
Memulai ternak kambing, kendala pertama yang harus aku hadapi yakni pembuatan kandang. Sebab aku tak yakin bisa, tanpa bantuan seorang tukang kayu. Ada rasa malu untuk minta bantuan. Karena usaha yang aku coba bangun kurang berhasil kemarin. Ternyata dengan ijin Allah SWT aku dapat membuat kandang tanpa bantuan tukang. Pembuatan kandang hampir 90 % aku kerjakan sendiri, dengan dibantu oleh istriku. Walau dengan susah payah akhirnya jadi juga. Kandang kambing ini adalah karya yang monumental bagiku. Karena ternyata aku bisa, aku terlalu meremehkan kemampuanku sendiri.
Pertanyaan selanjutnya yakni domba atau kambing yang akan aku pelihara ? pertanyaan ini butuh waktu dan pemikiran untuk dijawab. Akhirnya aku memilih domba ekor gemuk untuk mengisi kandang. Dengan pertimbangan mudah dalam pemeliharannya. Sebab belum pengalaman. Survey sana survey sini. Hingga akhirnya aku beli di pasar hewan Buyaran Demak. Membeli dua ekor. Induk dan anaknya. Aku berharap ini akan beranak pinak. Tak tahu kenapa setelah dipelihara hampir satu tahun, tak ada tanda-tanda si betina bunting. Oleh karena itu hari idul adha kemarin pejantanya aku jual kurang lebih Rp. 2.300.000,-. Aku senang sekali sebab baru kali ini bisa memegang uang sebanyak itu dari penjualan ternak. Bagi sebagian orang mungkin nilai yang kecil namun bagi aku itu anugrah yang mahal harganya.
Alhamdulillah uang hasil penjualan domba jantan kini telah berganti dengan kambing PE (Peranakan Etawa) dua ekor, jantan dan betina. Kala itu kami beli saat moment idul adha tepatnya tahun 2015. Kambing masih cempe (anakan kambing ). Menurut mas Arifin (penjual kambing), kambing tersebut di dapat dari Rembang. Dikirim bersama pengiriman kambing kurban.
Domba makan kangkung saat musim kemarau panjang. 
Pengalaman memelihara kambing dan domba, ada karakteristinya sendiri. Untuk domba, lebih suka pada rumput-rumputan. Sementara kambing cenderung memilih pakan yang berada diatas (rambanan). Untuk minum domba lebih sering minum dibanding kambing. Disamping itu kambing lebih agresif dari pada domba. Kebiasan lain dari kambing yakni suka berdiri dengan dua kaki untuk meraih pakan.


Kesimpulan dari budidaya kambing adalah beternak kambing lebih mengasikan dan menjanjikan di bandingkan unggas. Karena lebih tahan dari penyakit dan perubahan musim. Tapi budi daya kambing butuh tenaga extra untuk memenuhi pakan dan dan pemeliharaanya. Untuk masalah bau yang mungkin ditimbulkan, maka butuh semacam produk EM 4 untuk menetralisirnya. Ini cukup efektif. Harga EM 4 pun cukup terjangkau kurang lebih sebesar Rp. 20.000,- , bisa dipakai hampir satu bulan.