Sepekan ini ada berita yang cukup memprihatinkan, tentang generasi milenia yang terserang ganguan kejiwaan akibat terlalu ya benar terlalu maniak dengan gadged wabil khusus Game online. "Adakah yang salah dengan game online, seperti free fire, coc, cod, pubg ?"
Kalau melihat dari jejak yang telah memakan korban generasi muda, yang pikirannya sudah tidak normal seperti kebanyakan masyarakat lainnya, tentu harus ada koreksi.
Dengan serentetan kejadian seperti di atas, setidaknya ada pelajaran yang bisa dipetik. Daripada kita cuma bisa menghujat, memaki. Segera action memfilter diri sendiri, keluarga dan lingkungan terdekat, untuk mengenal efek samping dari barang yang satu ini. Kata dokter obat harus dikonsumsi sesuai dengan dosisnya. Jika berlebihan akan berbahaya. Demikian pun smartphone.
Kebijaksanaanlah yang pada akhirnya harus diambil. Untuk sampai pada tahap bijaksana perlu proses. Bisa panjang bisa cepat tergantung jalan mana yang akan kita lalui. Hal yang mungkin mudah ditempuh adalah belajar dari pengalaman orang lain. Bisa membaca, mendengar, atau mengamati secara langsung.
Yang jadi problemnya adalah mengajak anak, keluarga ikut bijaksana. Terutama berkaitan dengan penggunaan gadget. Tidak mungkin dong setiap detik setiap waktu kita bisa mendapingi anak kita. Penanaman nilai kebajikan lewat prilaku serta suri tauladan serta nasehat yang bisa diterima amatlah penting.
Dunia terus berputar tidak bisa era kita dibandingkan dengan era anak kita. Tapi yang jelas nilai-nilai kebajikan harus tertanam kuat, sebagai filter dalam menghadapi tantangan jaman.
Kalau melihat dari jejak yang telah memakan korban generasi muda, yang pikirannya sudah tidak normal seperti kebanyakan masyarakat lainnya, tentu harus ada koreksi.
Dengan serentetan kejadian seperti di atas, setidaknya ada pelajaran yang bisa dipetik. Daripada kita cuma bisa menghujat, memaki. Segera action memfilter diri sendiri, keluarga dan lingkungan terdekat, untuk mengenal efek samping dari barang yang satu ini. Kata dokter obat harus dikonsumsi sesuai dengan dosisnya. Jika berlebihan akan berbahaya. Demikian pun smartphone.
Kebijaksanaanlah yang pada akhirnya harus diambil. Untuk sampai pada tahap bijaksana perlu proses. Bisa panjang bisa cepat tergantung jalan mana yang akan kita lalui. Hal yang mungkin mudah ditempuh adalah belajar dari pengalaman orang lain. Bisa membaca, mendengar, atau mengamati secara langsung.
Yang jadi problemnya adalah mengajak anak, keluarga ikut bijaksana. Terutama berkaitan dengan penggunaan gadget. Tidak mungkin dong setiap detik setiap waktu kita bisa mendapingi anak kita. Penanaman nilai kebajikan lewat prilaku serta suri tauladan serta nasehat yang bisa diterima amatlah penting.
Dunia terus berputar tidak bisa era kita dibandingkan dengan era anak kita. Tapi yang jelas nilai-nilai kebajikan harus tertanam kuat, sebagai filter dalam menghadapi tantangan jaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar